Let This Gemini Daydreamer Tell You Why

Beberapa hari yang lalu saya mengadakan survey kecil-kecilan, tentang apa yang terlintas pertama kali ketika mendengar kata Inggris. Dua dari 3 orang teman langsung menjawab: Hujan! (Teman yang ketiga jawabnya: “Emang mo ngapain???” Hih.) Ini penting, mengingat dalam waktu dekat saya akan ke Inggris. MUAHAHAHAHA.

Iya, mimpi lagi. Tapi tentu saja berusaha lagi, karena mimpi dan usaha itu satu paket. Kembar siam. Dempet. Gak bisa dipisahin. Dan blog post ini adalah usaha dalam rangka trip #InggrisGratis yang diadakan oleh Mister Potato. Doakan saya yah :’)

INGGRIS.

KENAPA HARUS INGGRIS, MBAK LIYA?

Kalau cuma boleh ada satu alasan di dunia ini kenapa saya harus ke Inggris, itu adalah Daniel Craig.

Image

Tua? Ah, saya lebih suka menyebutnya matang. Mas Daniel, pria matang asal Inggris, yang tatapannya menggetarkan jiwa raga, yang visually and verbally sexy. Aksennya terdengar begitu seksi di kuping saya. Ah, saya memang lemah kalo soal pendengaran. Dengerin yang merdu dikit, udah deh jatuh cinta. #curhat – Apalagi waktu berperan jadi Bond, YAAMPUN, MAS, LINDUNGI AKU MAS!

Oke, saya mungkin gak akan ganggu kehidupannya dengan Rachel Weisz, karena mereka berdua terlihat sangat bahagia. Saya bahagia kalau Mas Daniel bahagia, Mas harus tau itu :’) – tapi bukankah di luar sana masih banyak pria Inggris yang beredar di Trafalgar Square? Sebagai seorang wanita yang tidak suka di-PHP-in, saya ingin membuktikan sendiri bahwa penggambaran pria-pria Inggris yang hampir selalu sempurna, tidak hanya ada di film-film. Bahwa benar pria-pria ganteng-bersuara-dalam-beraksen-seksi macam Daniel Craig ini memang nyata di Inggris sana. Dan konon katanya, di Trafalgar Square, ruang publik yang terletak tepat di jantung kota London ini, dipenuhi banyak sekali orang dengan berbagai aktivitas setiap harinya. Jadi idealnya ini bisa jadi tempat yang tepat sebagai ajang pembuktian. Tinggal duduk di pinggir fountain bareng sesama pemenang #InggrisGratis, shades on, udah deh: “Ceu, arah jam 2 oke tuh!” “Jam 5! Jam 5! Ohmaigaaattt! Ganteng bangettt!”, dan seterusnya hingga ketemu jodoh.

DAN, KENAPA HARUS MBAKNYA YANG KE INGGRIS?

HA! Pertanyaan bagus.

Kenapa harus saya yang ke Inggris, simply because I’m a woman. Oh, dan Gemini.

Wanita Gemini bisa dikatakan perfect combo dalam hal curiosity. Kami pada umumnya menjadikan kekepoan sebagai pedoman dasar berbangsa dan bergosip. Sehingga meskipun bukan penggemar sepakbola, dan pengetahuan saya tentang olahraga ini hanya sebatas “David Beckham itu pesepakbola yang menikahi Victoria si Posh Spice” dan sejenisnya, tapi dasar suka penasaran, saya tetap merasa perlu ke negara asal klub Manchester United yang sering diagung-agungkan keponakan saya yang masih kelas 5 SD.

Image

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya ingin tahu kayak apa rasanya berdiri di tengah stadion megah, membayangkan menjadi bagian dari kerumunan supporter kelas berat Man Utd, berada di ruang ganti pemain membayangkan ikut deg-degan menanti pertandingan dimulai, saya ingin merasakan cinta yang sama seperti yang keponakan saya dan jutaan orang lainnya rasakan terhadap klub ini dengan mengunjungi Old Trafford, setidaknya sekali dalam hidup saya.

Masih soal curiosity, terus terang saya cukup kaget mengetahui negerinya Pangeran William ini bisa diindetikkan dengan hujan oleh beberapa teman saya, waktu saya mengadakan survey iseng. Saya cenderung lebih mengharapkan mereka menyebutkan kata-kata seperti “Big Ben” atau “Prince William”, “Kotak telepon merah”, “Double Decker Bus”, “London Bridge”, dan sederet fakta-fakta umum lainnya. Sudut pandang terbaru ini malah membuat wanita yang dianugerahi tingkat kekepoan paripurna seperti saya justru makin menggebu-gebu ingin ke negara yang katanya memiliki ferris wheel terbesar di Eropa ini. Benarkah cuaca Inggris se-gloomy itu? Mungkinkah kondisi cuaca seperti ini ada kaitannya dengan kebiasaan minum teh masyarakatnya? Saya harus ke sana untuk mengungkapkan fakta sesungguhnya! DAN, belum sah rasanya menjadi bagian dari kaum kepo, jika belum melakukan kewajiban ‘perjalanan spiritual’ ke Inggris, tepatnya ke 221b Baker Street, rumah detektif Sherlock Holmes, salah seorang sesepuh dunia perkepoan.

Wanita Gemini juga memiliki daya imajinasi tinggi yang perlu dikontrol. Saya sering banget membayangkan suatu saat lari-lari sore di bawah deretan pohon dan kejar-kejaran kayak di Film India, menyusuri taman kota yang luas dan rindang semacam Hyde Park, suatu saat minum teh di café sambil memandang hujan yang membasahi rumput taman, dan di lain kesempatan gegulingan lucu di rumput yang beberapa waktu lalu saya pandangi. Jadi waktu denger di Inggris nanti kita juga akan ke Goodison Park, saya mulai daydreaming. Ikh keren banget, nanti kayak di film-film, duduk manis di taman, baca novelnya Sophie Kinsella, sambil menikmati pork pie tersohor dari Dickinson& Morris. Little did I know, that Goodison Park’s actually a… Football Stadium. *nyemplung ke laut*

Maafkan keluguan saya. Imajinasi saya kerap menyesatkan, terutama bila tidak dibekali dengan pengetahuan hasil googling yang mumpuni. *sungkem ke penggemar Everton FC*

Imajinasi memang tidak berbatas. Saya yang adalah pejalan kaki (dan penumpang angkot) tangguh, kalo lewat zebra cross juga suka membayangkan lagi menyeberangi Abbey Road dengan pose legendaris ala The Beatles. Jadi, meskipun cuma mo belanja di toko seberang, saya biasanya sangat total ketika melintasi jalan, langkah kaki panjang-panjang dan meyakinkan, dan tak lupa pasang tampang seleb. Ahaaiii! Mudah-mudahan kesampean beneran yaa pose di tempat aslinya.

Semua sudah jelas. Saya memang ditakdirkan untuk ke Inggris. Dan kalo semua cerita saya tadi masih belum cukup, mungkin gambar di bawah ini bisa membantu.

Image

Ini tas peralatan mandi saya, yang sudah bulukan, yang saya bawa ke mana-mana kalo lagi traveling. Ini juga doa saya. Mimpi saya. Cita-cita saya. Saya akan ke sini suatu saat nanti. Saya HARUS ke sini. Biar matching tasnya sama negaranya.

Duh jadi terharu nih akhirnya bakal kesampean juga ke Inggris bawa tas ini :’)

Oh ya, satu lagi. Karena hasil survey mengatakan Inggris identik dengan hujan, maka selain membawa tas-peralatan-mandi-bulukan-bergambar-inggris tadi, saya juga akan membawa payung. Siapa tau beneran sering hujan di sana, ya kan? Lumayan, bisa buat foto-foto di tengah hujan nanti, trus dibikinkan meme galau. Teman-temanku, terima kasih untuk jawaban survey-nya, nanti dari Inggris saya bawain oleh-oleh ya.

Image

Oke deh, blog post siap, perlengkapan ke Inggris siap, saya apalagi. Ish, siap banget. Berangkat yuk!

Image

Any Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s